Greenback Masih Menghijau, Pelaku Pasar Siap Pantau Politik UK dan ECB

Greenback Menghijau, Pelaku Pasar Siap Pantau Politik UK dan ECB

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – Dolar AS dan euro sedikit berubah pada perdagangan hari Senin karena para trader menunggu keputusan Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) tentang seberapa banyak dan seberapa cepat mereka dapat menurunkan suku bunga, dimulai dengan rapat kebijakan ECB besok.

Para trader melihat potensi sebesar 46% bahwa para pembuat kebijakan moneter Eropa akan menurunkan suku bunga deposito sebesar 10 basis poin menjadi -0,50 basis poin untuk memerangi risiko dari ketegangan perdagangan global dan inflasi regional yang lemah, berdasarkan pasar suku bunga lokal.

“Pasar hanya menunggu apa yang dikatakan Draghi (Presiden ECB Mario Draghi) tentang kebijakan,” kata Brendan McKenna, ahli strategi mata uang di Wells Fargo Securities.

Meningkatnya peluang suku bunga Eropa meluncur lebih dalam ke wilayah negatif menjadi beban bagi menekan euro, memaksa mata uang ini bergerak lebih rendah terhadap dolar AS dan mendorong franc Swiss ke puncak dua tahun terhadap mata uang tunggal zona euro.

Greenback sendiri terhambat oleh spekulasi pasar bahwa Federal Reserve kemungkinan akan memangkas suku bunga AS untuk pertama kalinya dalam satu dekade, juga sebagai tindakan responsif terhadap ketegangan perdagangan global dan inflasi yang lemah.

Data yang diterbitkan pada hari Jumat menunjukkan spekulan melepas posisi bullish bersih mereka dalam dolar AS terhadap mata uang G10 lainnya ke level terendah dalam setahun.

Pada akhir perdagangan sesi Amerika Utara, euro sedikit berubah negatif pada $1,1209, rebound dari sesi rendah $1,1206. Dolar AS bergerak lebih rendah sejalan dengan imbal hasil AS.

Imbal hasil Treasury 2-tahun tergelincir ke 1,801% pada awal sesi Senin, yang berada di bawah kisaran target Fed saat ini dari 2,25% -2,50% pada tingkat jangka pendek.

Indeks yang melacak greenback terhadap enam mata uang berakhir lebih tinggi  0,15% di 97,29.

Suku bunga berjangka AS menyiratkan para trader melihat peluang sebesar 23% bank sentral AS dapat menurunkan kisaran suku bunganya setengah poin pada rapat kebijakan 30-31 Juli, dibandingkan dengan 24% pada Jumat malam, menurut FedWatch Tool dari CME Group.

Menurut McKenna, sepertinya Fed tidak akan terlalu agresif dengan potongan minggu depan. Langkah Fed nanti, menurutnya, lebih merupakan pemotongan biasa dan bukan awal dari siklus pelonggaran yang berkepanjangan karena ekonomi AS masih cukup kuat.

Suku bunga berjangka telah menguat pada hari Kamis karena trader melihat peluang untuk penurunan suku bunga setengah poin melonjak menjadi 71% setelah pidato dovish oleh Presiden Fed New York John Williams.

Spekulasi itu mereda setelah juru bicara Fed mengklarifikasi bahwa pernyataan itu tidak merujuk pada “tindakan kebijakan potensial” bank sentral AS.

Sementara itu yen kemarin tidak banyak bergerak, berakhir di ¥107,88 melawan dolar AS dan ¥120,95 melawan euro, setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan bank sentral akan memantau dampak dari meningkatnya ketidakpastian global.

Sedangkan pound sterling terus dibayangi tekanan jual menjelang penetapan dan pidato perdana menteri baru pengganti Theresa May hari ini. GBPUSD berakhir negatif 0,19 di $1,2499.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *