GBP Terpaksa Gigit Jari di Pekan Silam karena Prospek Boris Johnson

GBP Terpaksa Gigit Jari di Pekan Silam karena Prospek Boris Johnson

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – Great Britain Pound (GBP) menutup perdagangan minggu lalu dengan predikat mata uang terlemah di pasar Forex.

Sementara sterling sempat meraih bantuan dari data ekonomi makro domestik, kekhawatiran Brexit terus melukai mata uang ini.

Dolar AS dan euro juga melemah. Sedangkan mata uang komoditas didaulat sebagai pemenang selama satu pekan perdagangan terakhir.

Minggu lalu sesi perdagangan dimulai dengan nuansa buruk untuk GBP karena meningginya probabilitas Boris Johnson, politikus kawakan pro-Brexit, akan menjadi perdana menteri baru.

Sterling terus menderita karena meningkatnya kekhawatiran hard Brexit serta meningkatnya klaim pengangguran.

Tetapi pada akhir minggu lalu, pound menemukan sebagian dukungan dari data penjualan ritel yang kuat dan inflasi konsumen yang solid.

Dua data tersebut memungkinkan beberapa analis pasar berspekulasi bahwa yang terburuk untuk mata uang UK ini telah berlalu.

Sementara itu, euro sangat rentan setelah European Central Bank (ECB) mengubah target inflasi, membuat plafon 2% bukan lagi titik tengah kisaran targetnya.

Para investor Forex dan pasar keuangan lainnya menafsirkan langkah tersebut sebagai tanda bahwa ECB berencana untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih jauh.

Dolar AS juga menderita karena antisipasi pelonggaran moneter. Prospek untuk penurunan suku bunga dari Federal Reserve didukung oleh komentar dari banyak pejabat Fed.

Presiden Bank New York John Williams mengklarifikasi bahwa komentarnya yang sempat ia sampaikan pada hari Kamis tentang perlunya mengambil “langkah-langkah pencegahan” harus dianggap sebagai sebuah pengamatan akademis, bukan sinyal tentang tindakan Fed di masa depan.

GBPUSD berakhir turun 0,37% menjadi $1,2501 pada hari Jumat dan mengukir $1,2382 sebagai titik terendah pekan lalu.

EURGBP membuka perdagangan pekan lalu di £0,8967, rally ke titik tertinggi sejak minggu kedua Januari di £0,9051, tetapi mundur kembali hingga berakhir di £0,8974.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *