Komentar IMF Mendukung Euro dan Sterling Serang Balik Dolar AS di Sesi Rabu

Komentar IMF Mendukung Euro dan Sterling Serang Balik Dolar AS di Sesi Rabu

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – Dolar AS turun sedikit pada hari Rabu tetapi masih tetap dekat titik tertinggi satu minggu setelah International Monetary Fund (IMF) mengatakan greenback dinilai terlalu tinggi.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, merosot 0,21% menjadi 97,19.

IMF mengatakan dalam sebuah laporan bahwa nilai tukar dolar AS berada 6% sampai 12% terlalu tinggi, sementara euro undervalued bagi Jerman, tetapi dinilai terlalu tinggi sebanyak 4% untuk Prancis, berdasarkan pada fundamental ekonomi.

Sementara itu laporan itu juga memperingatkan bahwa Brexit dan perang dagang AS-China adalah ancaman bagi ekonomi global.

“Intensifikasi ketegangan perdagangan atau hasil Brexit yang tidak teratur (no-deal Brexi) – dengan dampak lebih lanjut untuk pertumbuhan global dan penghindaran risiko – dapat …. mempengaruhi ekonomi lain yang sangat tergantung pada permintaan luar negeri dan pembiayaan eksternal,” kata External Sector Report dari IMF.

Dalam upaya pelemahan nilai mata uang negaranya, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali meminta Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga sebagai refleksi langkah serupa yang diambil oleh European Central Bank (ECB). Trump pun mengatakan dia ingin melemahkan dolar AS untuk mendukung pertumbuhan.

Dolar AS pun mendapat tekanan dari data perumahan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Sebuah laporan federal menunjukkan perumahan AS mulai jatuh pada bulan Juni untuk bulan kedua berturut-turut.

Namun tekanan jual dolar AS akhirnya tertahan oleh survei nasional terbaru Federal Reserve – Beige Book – yang dirilis pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Survei itu mengungkapkan bahwa meskipun ada kekhawatiran tentang dampak dari pertempuran perdagangan yang dipimpin Presiden Trump, ekonomi secara keseluruhan tetap solid.

The Fed mengatakan bahwa banyak dari 12 wilayahnya mengalami sedikit peningkatan dalam penjualan ritel dan penjualan rumah. Penjualan mobil tetap stabil melandai dan petani mampu bertahan dari curah hujan lebat.

“Prospek umumnya positif untuk beberapa bulan mendatang dengan ekspektasi pertumbuhan moderat yang berkelanjutan, meskipun ada kekhawatiran yang meluas tentang kemungkinan dampak negatif dari ketidakpastian terkait perdagangan,” kata laporan The Fed itu.

Semua faktor tersebut di atas membantu euro dan pound sterling bangkit dari tekanan dolar AS. Pasangan mata uang EURUSD menutup sesi kemarin 0,14% lebih tinggi di $1,1225 dan GBPUSD berakhir menghijau 0,21% di 1,2432.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *