Dolar AS Nikmati Sentimen Buruk Pound Sterling

Dolar AS Nikmati Sentimen Buruk Sterling, Mata Uang Lain Gagal Melawannya

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – Dolar AS menguat pada hari Selasa setelah data penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan menunjukkan ekonomi AS tetap sehat, bahkan ketika Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya.

CNBC mencatat, Indeks Dolar AS – pengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama – berakhir positif 0,46% menjadi 97,38.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari Selasa, penjualan ritel naik 0,4% di bulan Juni, dibandingkan dengan ekspektasi para ekonom untuk kenaikan tipis 0,1%.

Data penjualan tersebut menegaskan kondisi positif belanja konsumen AS di tengah pasar tenaga kerja yang ketat.

Data-data yang kuat itu kemungkinan akan masuk ke dalam kalulasirapat kebijakan Federal Reserve bulan ini, di mana bank sentral AS ini diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps (basis poin).

Dolar AS pun menguat terhadap yen Jepang, dengan pasangan USDJPY ditutup naik 0,31% menjadi ¥108,22.

Sementara itu, pound sterling terpuruk, jatuh ke level terendah dalam dua tahun, setelah kekhawatiran Brexit tanpa kesepakatan (No-deal Brexit) meningkat.

Kedua kandidat Perdana Menteri United Kingdom (UK), Jeremy Hunt dan Boris Johnson, telah menyuarakan penentangan mereka terhadap klausul backstop Irlandia.

Alhasil semakin besar pula kemungkinan bahwa UK akan meninggalkan Uni Eropa (UE) pada 31 Oktober 2019 tanpa kesepakatan apapun.

Aturan backstop ini terkait dengan pengaturan perbatasan antara Irlandia Utara, merupakan wilayah UK, dan Republik Irlandia yang juga anggota UE.

Demi mencegah terjadinya perbatasan ketat atau hard border jika UK dan UE tidak dapat menyepakati kesepakatan dagang.

Adapun pemenang pada kontes perdana menteri yang baru, dijadwalkan akan diumumkan pada 22 Juli 2019.

GBPUSD berakhir turun 0,87% menjadi $1,2406, level terendah sejak Januari 2017. Euro pun ikut menikmati pelemahan sterling sehingga pasangan EURGBP berakhir menguat 0,46% di €0,9035.

Selain isu di seputar poltik UK, beberapa indeks inflasi negara itu bakal menjadi sorotan pasar sore nanti, apabila tidak memuaskan dan cenderung membuka potensi sikap dovish Bank of England, GBP berisiko untuk tertekan lagi.

Sedangkan dolar AS masih berpeluang cukup besar untuk menjaga posisi ofensif terlebih jika dapat IMB AS membaik malam nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *