Analisis Teknikal Forex & Emas – 15 Mei 2020

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – Nilai tukar mata uang Amerika Serikat (AS) naik ke titik tertinggi tiga minggu pada sesi Kamis, karena bursa saham melemah secara luas setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menepis spekulasi atas suku bunga AS memasuki wilayah negatif.

Bursa saham Eropa jatuh, demikian juga saham-saham AS, mencatatkan sesi kerugian berturut-turut ketiga dan mendorong para investor bergerak ke aset yang relatif aman seperti greenback.

Komentar dari Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS, di awal pekan ini, yang memperingatkan tentang pencabutan lockdown prematur dapat menyebabkan wabah tambahan dari serangan novel coronavirus yang mematikan, juga merusak sentimen pasar.

Juga di hari Kamis, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia kecewa terhadap Cina atas kegagalannya untuk menahan penyebaran virus corona SARS Cov-2, dan pandemi tersebut membuat perjanjian perdagangan AS-Cina menjadi buruk.

Komentar Trump telah memicu kekhawatiran baru tentang ketegangan perdagangan AS-Cina.

Namun meski Powell telah masuk ke dalam barisan para pembuat kebijakan moneter yang menepis anggapan bahwa suku bunga acuan AS bisa negatif, perdagangan fed futures memperkirakan ada kemungkinan kecil suku bunga AS bakal berada di bawah nol pada Mei tahun depan.

Powell juga mengatakan pemulihan ekonomi bisa memakan waktu saat dia memperingatkan potensi resesi yang lebih buruk sejak Perang Dunia Kedua.

Beberapa komentar Powell menjadi pukulan keras terhadap optimisme yang mulai terbangun di pasar keuangan global selama beberapa minggu terakhir karena relaksasi pembatasan social distancing membangkitkan ekspektasi untuk kurva pemulihan berbentuk V dari krisis virus corona.

Sementara itu data menunjukkan ada jutaan lebih banyak rakyat AS, termasuk pekerja kerah putih, mengajukan tunjangan pengangguran di pekan lalu. Fakta tersebut semakin memperkuat permintaan terhadap dolar AS.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara berjumlah 2,981 juta (data yang disesuaikan secara musiman) untuk pekan yang berakhir pada 9 Mei. Angka itu turun dari 3,176 juta pada minggu sebelumnya dan menandai penurunan mingguan keenam beruntun.

Dari Pasifik dilaporkan dolar Australia turun tajam setelah data menunjukkan negara itu kehilangan pekerjaan pada bulan April dengan kecepatan tercepat pada catatan yang ada, menunjukkan pelonggaran moneter dan fiskal mungkin diperlukan untuk mendukung perekonomian Negeri Kanguru.

Sedangkan pound sterling tetap di bawah tekanan dan jatuh ke bawah garis $1,22 untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima minggu setelah data hari Rabu menunjukkan ekonomi Inggris menyusut dengan rekor 5,8% pada bulan Maret ketika krisis COVID-19 meningkat.

Analisis Teknikal Forex & Emas – 15 Mei 2020

Catatan:

Data MetaTrader yang kami gunakan bisa berbeda dengan data pada MetaTrader yang pembaca gunakan. Namun demikian kami berusaha menyajikan analisis seobjektif mungkin.

Analisis ini sekadar menjadi panduan bagi para trader untuk melihat kondisi pasar hari ini dan bukan sebuah saran transaksi.

 

EURUSD

EURUSD menutup sesi perdagangan Kamis di 1.0805 atau lebih rendah -0,12% dari penutupan sesi Rabu.

Tekanan jual menyeret EURUSD jatuh ke bawah uptrend line pada grafik 4-jam. Namun saat penutupan, pair ini berakhir di atasnya, memperkecil potensi bearish hari ini.

Meski demikian, untuk sementara tekanan jual belum dapat diabaikan. Apabila level terendah kemarin (1.0775) ditembus dengan kuat, pair ini bakal jatuh ke target selanjutnya yaitu support-support intraday di 1.0767, 1.0740, dan 1.0720.

Resistance-resistance intraday pada Jumat pagi terlihat di 1.0791, 1.0816, dan 1.0824.

 

USDJPY

USDJPY mengakhiri sesi perdagangan Kamis di 107.24 atau lebih tinggi 0,21% dari penutupan sesi Rabu.

Setelah gagal menembus uptrend line pada grafik 4-jam, USDJPY memantul, membuka peluang bullish untuk sesi terakhir pekan ini.

Namun demikian masih ada satu resistensi kuat yang harus dihadapi para bulls USDJPY yaitu 107.40. Jika dapat ditembus, pair ini berpeluang naik ke resistance lain di 107.53 dan 107.75.

Support-support intraday terdekat dari harga pagi ini berada di 107.12, 106.99, dan 106.76.

 

GBPUSD

GBPUSD berakhir di 1.2228 pada saat sesi perdagangan Kamis ditutup atau lebih rendah hanya -0,03% dari penutupan sesi Rabu.

GBPUSD terus bergerak turun selama empat hari terakhir, menguji level terendah 7 April di 1.2166 yang sementara ini masih bertahan sehingga pair ini hanya berakhir sedikit lebih rendah.

Support-support intraday terlihat di 1.2220, 1.2200, dan 1.2181. Sedangkan resistance-resistance intraday pada Jumat pagi terlihat di 1.2243, 1.2260, dan 1.2280.

 

AUDUSD

AUDUSD menutup sesi perdagangan Kamis di 0.6460 atau lebih tinggi 0,11% dari penutupan sesi Rabu.

Tekanan jual sempat memaksa AUDUSD turun ke bawah uptrend line pada grafik 4-jam, namun pair ini segera rebound, memperkecil ruang gerak para bears.

Support-support intraday terlihat di 0.6443, 0.6420, 0.6412, dan 0.6390.

Resistance intraday terlihat di area 0.6463/67, 0.6480, dan 0.6500.

 

XAUUSD

Harga emas (XAUUSD) mengakhiri sesi perdagangan Kamis di 1729.90 atau lebih tinggi 0,81% dari penutupan sesi Rabu.

Para bulls XAUUSD berhasil mendorong harga komoditas ini melibas batas atas pola konsolidasi berbentuk segitiga, sehingga kini peluang bullish semakin besar.

Apabila level tertinggi kemarin di 1736.30 ditembus dengan kuat, XAUUSD berpeluang untuk naik ke target selanjutnya yaitu resistance di 1738.50 dan 1747.80 (area kunci jangka menengah).

Jika pagi ini terjadi koreksi lanjutan, targetnya adalah support-support intraday terdekat di 1728.25, 1725.00, dan 1721.50.

{loadposition socialshare}

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *