Sekilas Forex SFX-bendera dolar AS-shutterstock-ec

Langkah Trump Gaje, Greenback Masih terdesak

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – Dolar AS berada di jalur turun pada hari Rabu pagi karena para investor dengan hati-hati kembali bergerak ke mata uang berisiko setelah Presiden AS Donald Trump mempertahankan sejumlah pembatasan yang diberlakukan untuk menahan pandemi penyakit COVID-19 yang ditimbulkan oleh virus corona SARS Cov-2.

Greenback juga masih di bawah tekanan menyusul langkah-langkah berat oleh Federal Reserve untuk meningkatkan pasokan dolar AS, namun, para analis mengatakan masih terlalu dini untuk mundur skala penuh dari safe-havens dengan ancaman kesehatan masyarakat global belum tereliminasi.

Dolar AS diperdagangkan pada 107,00 yen di Asia pada hari Rabu pagi, mendekati level terendah dalam sebulan.

Terhadap sterling, dolar AS terakhir dikutip pada $1,2626 setelah kemarin melemah ke $1,2647.

Dolar AS juga sempat tergelincir ke $1,0991 per euro, terendah dalam dua minggu.

Trump pada hari Selasa mengatakan ia akan berbicara dengan para gubernur dari 50 negara bagian dan memberi mereka wewenang untuk membuka ekonomi mereka secara tepat waktu.

Kematian setiap hari di AS akibat virus corona SARS Cov-2 telah turun tajam, dan negara-negara membuat rencana untuk membuka kembali dunia bisnis.

Terhadap safe-haven franc Swiss, dolar AS diperdagangkan mendekati level terendah dua minggu di 0,9597 sebagai sinyal lain yang meningkatkan sentimen risiko.

Namun, banyak analis tetap berhati-hati setelah penasehat penyakit menular papan atas di kabinet Trump mengatakan target presiden AS untuk memulai kembali perekonomian pada 1 Mei adalah “terlalu optimistis”.

Faktor lain yang membebani dolar AS adalah besarnya jumlah ketentuan likuiditas greenback, backstop kredit, dan pelonggaran moneter yang dikeluarkan bank sentral AS pada bulan lalu untuk menahan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

The Fed memulai program pinjaman besar baru pada hari Selasa, dan dampak kumulatif dari tindakan yang telah diambil sejauh ini telah melepaskan banjir dolar AS ke pasar uang.

Mata uang AS menghadapi ujian lebih lanjut Rabu malam dengan rilis penjualan ritel dan produksi industri, yang kemungkinan akan memberikan lebih banyak bukti biaya ekonomi akibat langkah penguncian (lockdown).

Ekonomi global diperkirakan akan menyusut 3,0% tahun ini dalam kehancuran yang disebabkan oleh virus tersebut, penurunan paling curam sejak Depresi Hebat tahun 1930-an, demikian menurut Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Selasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *