Eits..Dolar AS Emang Tertekan karena Powell, Namun CPI Masih Mendukungnya

Eits..Dolar AS Emang Tertekan karena Powell, Namun CPI Masih Mendukungnya

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – Kesaksian Ketua Federal Jerome “Jay” Powell dan notulen rapat FOMC pada hari Rabu membantu menghidupkan kembali taruhan atas pelonggaran moneter agresif yang meningkatkan ekuitas dengan mengorbankan kurs dolar AS.

Sebagian pelaku pasar khawatir terhadap prospek bank sentral AS, termasuk ketidakpastian seperti perang perdagangan dan tekanan inflasi yang teredam. Bahkan, selama hari kedua kesaksiannya kepada Kongres kemarin, Powell pun tampak tetap resah tentang inflasi.

Powell mencatat bahwa hubungan pengangguran-inflasi “lebih lemah dan lebih lemah”, mengacu pada relevansi yang tampaknya semakin berkurang dari Kurva Philips.

Kurva tersebut adalah model ekonomi yang menguraikan potensi hubungan terbalik antara pengangguran dan tingkat inflasi.

Singkatnya, pasar tenaga kerja yang lebih ketat dengan lebih sedikit pekerja yang tersedia untuk dipekerjakan harus membantu menaikkan upah yang seharusnya mengarah pada harga yang lebih tinggi.

Nah, pasar tiba-tiba terbangun ketika laporan indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) AS terbaru melewati batas dan mengalahkan ekspektasi.

Tidak termasuk makanan dan energi, harga naik 2,1% (year-on-year) di bulan Juni versus 2,0% yang diperkirakan dan data sebelumnya. Sedangkat tingkat inflasi utama turun ke 1,6% dari 1,8% seperti yang diantisipasi, kedua pembacaan pada basis bulanan secara tak terduga bergerak naik.

Fakta data tersebut melawan tren data ekonomi AS yang cenderung mengecewakan akhir-akhir ini.

Singkatnya lagi, kini terlihat dolar AS terus menguat seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Namun, ini hanya berhasil mengurangi taruhan pemotongan suku bunga 50 basis poin dari Fed pada keputusan suku bunga di akhir bulan ini.

Emang sih, pasar tetap sepenuhnya meyakini peluang satu penurunan suku bunga. Namun sementara ini greenback berpeluang untuk bertahan, terlebih jika inflasi produsen AS nanti malam senada dengan inflasi konsumen.

Data inflasi yang meninggi dapat menjadi beban bagi rival dolar AS sekaligus membebani harga emas, aset non-yield yang cenderung tertekan selama bank sentral AS tidak terlalu dovish.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *