Sekilas Forex SFX-dolar AS US dollar USD (Charles Clifton)

Normalisasi Aktivitas Ekonomi Gairahkan Indeks Dolar AS

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lain siap menormalisasi aktivitas ekonomi pasca lockdown, sehingga meningkatkan ekspektasi untuk pemulihan ekonomi global lebih cepat. Namun, hal ini tidak lantas berarti pandemi telah terbendung.

Data infeksi COVID-19 di Jerman meningkat hanya dalam hitungan hari setelah pemerintah melonggarkan lockdown. Cina juga melaporkan klaster infeksi baru di provinsi Jilin yang diduga sebagai gelombang kedua pandemi.

Sementara itu, staf Gedung Putih baru-baru ini terdeteksi positif COVID-19. Sekertaris Media Wapres AS yang juga istri ajudan Presiden AS Donald Trump, Katie Miller, dinyatakan positif terinfeksi virus Corona pada akhir pekan.

Presiden Trump dan Wapres Mike Pence menyatakan tidak akan menjalani karantina. Tapi Satgas Virus Corona Amerika Serikat mengumumkan akan menjalani karantina, termasuk pentolannya, Dr. Anthony Fauci.

Terlepas dari kabar tersebut, tiga negara bagian AS tetap memulai normalisasi aktivitas ekonomi sesuai target. California, Michigan, dan Ohio – yang merupakan tiga sentra manufaktur AS – akan memperbolehkan pabrik-pabrik dan sejumlah perusahaan tertentu untuk beraktivitas kembali demi memulihkan sentimen pasar.

Laporan Ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan bahwa 20,5 juta orang kehilangan pekerjaan pada bulan April selama masa lockdown di berbagai negara bagian. Ini merupakan data terburuk sejak Depresi Besar.

Pelaku pasar mengabaikan bias negatif data karena banyaknya negara bagian yang siap menormalisasi aktivitas ekonomi. Seiring dengan dibukanya lagi pabrik dan perusahaan, pertumbuhan ekonomi AS diharapkan dapat segera pulih.

“Berita buruk tentang pasar tenaga kerja AS kurang lebih sesuai ekspektasi, dan orang-orang sekarang mengasumsikan aktivitas ekonomi akan dimulai kembali lebih cepat di AS dan Eropa,” kata Tohru Sasaki dari JP Morgan Securities Tokyo, sebagaimana dilansir oleh Reuters, “Kita tak perlu terlalu bearish pada dolar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *