Minat Terhadap Aset Berisiko Pudarkan Kemilau Harga Emas

Berita Emas & Komoditas

SekilasForex.com (SFX) – Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu dini hari waktu Indonesia) karena para investor melirik aset-aset berisiko ketika ekonomi dibuka kembali setelah penguncian atau lockdown COVID-19, tetapi gelombang stimulus bank sentral yang berkelanjutan terus mendukung harga emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, jatuh 11,9 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada $1.713,90 per troy ounce.

Emas berjangka melonjak $37,3 atau 2,21 persen menjadi $1.725,80 per troy ounce pada akhir perdagangan Kamis (7/5/2020), setelah turun $2,7 atau 0,16 persen menjadi $1.710,6 pada Rabu (6/5/2020).

Juga membatasi daya tarik emas adalah data yang sedikit lebih baik dari perkiraan dari Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan kehilangan pekerjaan pada April mencapai 20,5 juta, sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan 22 juta.

Tingkat pengangguran 14,7 persen, juga lebih rendah dari perkiraan pasar 16 persen. Namun, secara keseluruhan ekonomi ASmengalami penurunan bulanan paling tajam dalam daftar gaji (payrolls) sejak Depresi Hebat, tanda paling mencolok tentang bagaimana pandemi Virus Corona baru menghantam ekonomi terbesar di dunia.

“Meskipun jumlah pekerjaan jelas dramatis – jumlah terburuk yang pernah kita miliki sebagai bangsa – di belakang itu kita melihat sedikit optimisme bergerak maju dengan ekonomi dibuka kembali secara perlahan di sini di AS,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures.

Data penggajian non-pertanian April mengangkat pasar saham AS, ditambah optimisme dari berkurangnya ketegangan antara Washington dan Beijing.

Indeks Wall Street berada di jalur untuk kenaikan mingguan pertama mereka dalam tiga pekan, karena investor menyematkan harapan mereka pada rantai pasokan yang kembali ke jalurnya dan kebangkitan kembali belanja konsumen setelah beberapa negara bagian AS membuka kembali ekonomi.

Namun, “pendorong utama untuk kekuatan dalam emas – suku bunga nol, pengeluaran besar-besaran dan keprihatinan mendalam tentang gelombang kedua infeksi – tetap kuat sehingga prospek emas tetap kuat dalam jangka menengah,” kata Tai Wong, Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Logam Mulia BMO.

Serangkaian data ekonomi AS terbaru minggu ini memicu ekspektasi lebih banyak stimulus dari Federal Reserve (Fed), dengan pasar memperkirakan lingkungan suku bunga negatif. Suku bunga AS yang lebih rendah menekan dolar dan imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Gesekan Cina-AS tampak mereda setelah Beijing mengatakan negosiator perdagangan dari kedua negara telah sepakat untuk memperbaiki suasana guna mengimplementasikan kesepakatan Fase 1, beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif baru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *