Fase Awal Currency War: Yuan Ambruk, Yen Perkasa Namun Ancam Intervensi

Fase Awal Currency War: Yuan Ambruk, Yen Perkasa Namun Ancam Intervensi

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – China membiarkan yuan melemah di bawah 7 terhadap dolar AS pada hari Senin, level terendah 11 tahun, memperluas aksi risk avesion di tengah kekhawatiran tentang eskalasi perang dagang AS-China.

Investor melepas mata uang Asia yang berorientasi ekspor dan bergegas ke tempat yang aman, sehingga yen Jepang melonjak ke level tertinggi tujuh bulan.

Otoritas China, yang telah diharapkan untuk mempertahankan tingkat psikologis penting, ternyata membiarkan mata uangnya turun ke level terendah sejak krisis keuangan global 2008.

Pasar pun bereaksi karena 7 yuan per dolar AS adalah tingkat yang sangat sensitif pada nilai tukar kedua mata uang tersebut. Dengan ditembusnya tingkat harga itu risk appetite (selera risiko) menjadi tertekan.

Pasar cemas Presiden AS Donald Trump akan mencoba dan meningkatkan reaksinya jika dia berpikir bahwa ini adalah langkah yang disengaja oleh China untuk mencoba dan melemahkan mata uang mereka secara artifisial.

Beijing pada hari Jumat berjanji untuk melawan kembali keputusan Presiden Trump untuk mengenakan tarif 10% pada $300 miliar impor dari China, mengakhiri gencatan dagang perdagangan selama sebulan.

Trump pada hari Senin menyebut langkah mata uang China adalah “pelanggaran besar” dan termasuk “manipulasi mata uang”.

Meningkatnya perselisihan perdagangan telah meningkatkan spekulasi bahwa AS mungkin bertindak untuk melemahkan greenback, meskipun intervensi langsung masih dipandang sebagai langkah yang tidak mungkin diambil.

Trump memang telah lam terindikasi berhasrat untuk melemahkan dolar AS melalui berbagai komentar di Twitter yang termasuk menekan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.

Greenback turun 0,84% terhadap euro karena imbal hasil Treasury turun dan pedagang semakin meyakini bakal ada penurunan suku bunga lebih banyak tahun ini.

Trader suku bunga berjangka memperkirakan peluang penurunan suku bunga menjadi 100% pada pertemuan Federal Reserve di September, dengan kemungkinan pemotongan suku bunga 50 basis poin naik menjadi 30% pada hari Senin, dari hanya 1,5% pada hari Jumat, menurut FedWatch dari CME Group.

Yen Jepang, yang dibeli investor pada saat penghindaran risiko, bergerak ke level terkuatnya terhadap dolar AS sejak Januari. Yen kemarin berakhir positif 0,7% pada 105,93 yen.

Diplomat mata uang utama Jepang, Yoshiki Takeuchi, memperingatkan bahwa Tokyo siap untuk mengintervensi jika kenaikan yen mengancam ekonominya yang bergantung pada ekspor.

[rns_reactions]

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *