China Lepas Yuan di Hong Kong, Spekulan Forex Balik Kanan!

China Lepas Yuan di Hong Kong, Spekulan Forex Balik Kanan!

Berita Forex

SekilasForex.com (SFX) – Yuan offshore berhasil keluar dari level terendah sepanjang masa pada hari Selasa setelah Beijing tampaknya mengambil langkah-langkah untuk mencegah mata uang dari penurunan lebih lanjut, menyusul penurunan tajam yang mendorong pemerintah AS untuk menyebut China sebagai manipulator mata uang.

Sementara itu yen Jepang merosot terhadap mata uang utama karena respon China dalam perang perdagangan memaksa spekulan untuk menyerahkan taruhan jangka pendek mereka bahwa risk aversion (penghindaran risiko) akan mendorong mata uang Jepang lebih tinggi.

Namun, menyoroti guncangan di pasar aset setelah eskalasi ketegangan yang cepat pada Senin mendorong perang perdagangan AS-China ke wilayah yang belum dipetakan, indeks dolar AS terhadap saingan utamanya juga tetap berada di bawah tekanan jual.

Pada hari Senin, China membiarkan yuan onshore menembus level kunci 7 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global, mengirim pasar keuangan global ke jurang.

China mengatakan pada hari Selasa pagi (6/8) bahwa mereka menjual uang kertas berdenominasi yuan di Hong Kong, dalam sebuah langkah yang dianggap membatasi short-selling (aksi jual) kuat mata uang tersebut.

Langha China ini juga membat kurs tengah harian untuk perdagangan di mainland (China daratan) yang sedikit lebih kuat dari yang diperkirakan pasar, meskipun itu masih level terlemah sejak Mei 2008.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (5/8) bahwa pemerintah telah menentukan bahwa China memanipulasi mata uangnya dan bahwa Washington akan bekerja sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menghilangkan cara bersaing tidak adil dari Beijing.

Penurunan tiba-tiba yuan melalui tingkat 7 per dolar AS terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan dia akan mengenakan tarif 10% pada $ 300 miliar impor China, mengakhiri gencatan perdagangan selama sebulan.

“Pemulihan yuan dan pergerakan yen dipicu oleh recovery, yang telah meredakan kekhawatiran tentang devaluasi mata uang kompetitif (currency war),” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.

“China tidak benar-benar mencoba untuk secara dramatis melemahkan mata uangnya. Namun, tidak ada yang terselesaikan dalam perang perdagangan,” imbuhnya.

Yuan offshore awalnya turun menjadi 7,1265 per dolar AS, terendah sejak perdagangan internasional dalam mata uang dimulai pada 2010, tetapi kemudian menguat sekitar 0,5% terhadap dolar AS menjadi 7,0623.

Yuan onshore membuka perdagangan di 7,0699 per dolar AS dan terakhir di 7,0370, dibandingkan dengan penutupan terakhir di 7,0498.

Dalam perdagangan yang fluktuatif, dolar AS awalnya turun terhadap yen menjadi 105,51 yen, terendah sejak flash crash pada Januari yang mengguncang pasar mata uang, tetapi kemudian berbalik arah dan melonjak sebesar 1% menjadi 107,11 yen karena imbal hasil Treasury 10-tahun dan futures saham AS berubah positif.

Yen, yang biasanya naik selama masa tekanan ekonomi dan gejolak pasar karena status Jepang sebagai kreditor terbesar di dunia, juga merosot terhadap persilangan utama setelah langkah terbaru dari Beijing.

Dolar Selandia Baru melonjak 1% menjadi 69,85 yen, sementara dolar Australia naik 1,2% menjadi 72,42 yen.

Di tempat lain, dolar Australia naik 0,3% menjadi $ 0,6778. Aussie mempertahankan keuntungan setelah Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga acuannya pada rekor rendah 1,00%, seperti yang diharapkan.

Dolar Selandia Baru melonjak 0,5% menjadi $ 0,6562 setelah tingkat pengangguran Selandia Baru jatuh ke level terendah 11-tahun, tetapi kiwi kemudian menghapus kenaikannya untuk diperdagangkan flat pada hari itu.

Reserve Bank of New Zealand diperkirakan akan memangkas suku bunga ke rekor terendah 1,25% pada hari Rabu, tetapi data pengangguran yang kuat menunjukkan ekonomi tidak seburuk yang beberapa orang berspekulasi. ($1 = 7,0508 renminbi Tiongkok)

[rns_reactions]

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *